MEMIMPIN PADUAN SUARA

22.30 / Diposkan oleh KMK~PKM /

TEKNIK CONDUCTING TEKNIK MEMPIMPIN PADUAN SUARA
Pendahuluan : Tidak ada satu Paduan Suara yang buruk namun Pemimpin Paduan Suara itu yang buruk, dengan kata lain Pemimpin kurang mampu membina ataupun memimpin dengan baik. Hal ini dikarenakan Pemimpin kurang dalam atau kurang luas pengetahuannya tentang kepemimpinan Paduan Suara, untuk itu seorang Pemimpin haruslah banyak membaca, mendengar, mengikuti perkembangan musik maupun Paduan Suara melalui Buku-buku pengetahuan Musik, Seminar-seminar yang sering diselenggarakan maupun dari Kaset atau VCD yang telah banyak beredar. Peran Dirigen sangatlah penting bagi Paduan Suara yang dipimpin, karena tanpa Dirigen, Paduan Suara seperti kapal tanpa Nahkoda di tengah laut. Adapun Peran Dirigen yang paling penting dalam Paduan Suara adalah Dirigen harus mampu menghayati dan mengenal lagu yang akan dibawakan, kemudian mengajarkan kepada anggotanya seperti yang dikehendaki oleh pencipta lagu yang akan dibawakan. Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh Pemimpin Paduan Suara adalah sebagai berikut:
1. Dirigen harus dapat bersikap sebagai pemimpin yang disegani oleh anggotanya. Jika Dirigen tidak mempunyai sikap pemimpin, akan dapat dipastikan anggota akan menganggap remeh, dan mengendalikannya seperti yang diinginkan anggotanya, sehingga dapat merusak citra kepemimpinannya, dengan kata lain dirigen tidak dihargai oleh anggotanya. Untuk itu seorang Dirigen harus mempunyai sikap percaya diri yang tinggi namun tidak tinggi hati, agar anggota merasakan wibawa kepemimpinannya terpancar sehingga anggota sangat menghormati serta menghargai dirigennya. Misalnya jika terlalu banyak bercanda, akan dipastikan latihan tidak akan serius, kalau terlalu serius maka bisa dipastikan anggota menjadi bosan dan tidak akan datang lagi untuk latihan. 2. Dirigen harus dapat bersikap fleksibel dan berjiwa kristiani (rendah hati). Seorang Dirigen harus dapat menjadi seorang Pemimpin, seorang ayah atau ibu bagi anggotanya, seorang sahabat untuk mendengar keluhannya dan seorang kakak atau adik bagi anggotannya, sehingga anggota merasa seperti berada di tempat yang bernuansa kasih dan kasih itu tulus jangan dibuat-buat. Kenapa harus rendah hati? Sering kita melihat banyak pemimpin Paduan Suara tidak mengindahkan keinginan anggotanya, sehingga terlihat otoriter, hal ini dapat membuat anggota merasa tidak dihargai dan malas untuk memberikan perhatian yang lebih kepada aktivitasnya sebagai anggota paduan suara. Seorang dirigen haruslah menyadari bahwa dia bukanlah orang yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan, dia harusnya menyadari dan dapat menerima segala kritikan jika memang kritikan itu dapat memperbaiki kesalahannya dan jika kritikan itu dapat membangun atau menjadi masukan buat dia, karena hal itu adalah kemajuan bukan kemunduran. Jika kita dapat menerima saran dari orang lain sekalipun itu anggota atau anak buah bukan berarti kita menjadi tidak dihargai, malahan sebaliknya anggota merasa senang bahwa sarannya diterima oleh pimpinannya. 3. Dirigen harus bisa bernyanyi sekalipun dia bukan penyanyi. Kenapa harus bisa bernyanyi, akan sangat disayangkan jika seorang dirigen mempunyai suara yang sumbang, bagaimana dia dapat menarik tone dengan benar jika suara yang dikeluarkan suara sumbang (fals). Dirigen harus dapat bernyanyi karena dia harus dapat mengajarkan kepada anggotanya bagaimana suara yang dikehendaki atau yang benar, sebab anggota hanya meniru atau mengikuti apa yang diajarkan oleh pemimpinnya, tapi bukan berarti dia harus seperti penyanyi-penyanyi pop yang penting dapat bernyanyi dengan baik. Dirigen harus mampu mengajarkan suara yang bulat dan dikeluarkan ke arah kepala atau dengan kata lain suara kepala. Dan seorang dirigen harus mampu menghayati lagu dengan menyanyikan atau memberi contoh dengan nyanyian yang akan dibawakan anggotanya, apabila tidak mampu maka bisa dipastikan lagu yang dibawakan pastilah monoton. Dia harus mempelajari lebih dalam makna dari lagu tersebut dan menghayatinya kemudian diajarkan kepada anggotannya (mis. Lagu sedih bagaimana cara menyanyikannya begitu juga sebaliknya) dengan tidak dibuat-buat atau dipaksakan. 4. Dirigen harus luas pengetahuan musiknya (jika belum luas, dirigen harus banyak belajar). Pengetahuan musik sangat berguna dan penting diketahui oleh dirigen, tanpa pengetahuan itu dapat dipastikan paduan suara yang dipimpinnya tidak dapat menyanyi dengan baik dan indah untuk di dengar. Hal-hal apa saja yang perlu diketahui oleh dirigen adalah sebagai berikut:
Dirigen harus mampu memakai garpu tala yang benar.
Dirigen harus dapat memainkan alat musik seperti organ atau piano (tidak harus mahir, min. mengetahui saja)
Dirigen harus mempunyai pendengaran musik dengan baik. Mampu membedakan nada dengan tepat (tidak fals) tidak turun ataupun naik.
Dirigen harus mampu bernyanyi dengan pernafasan yang benar, agar dapat memberi contoh kepada anggotanya.
Dirigen harus mampu mengajarkan tehnik bernyanyi dengan benar (vocal yang baik), seperti jangkauan nada yang tepat, vocal yang diinginkan dll.
Dirigen harus dapat mengajarkan notasi, ryhtm, dinamika, irama dan birama, tempo, ekspresi, frasering, attack dan release, artikulasi juga istilah-istilah musik serta dapat menganalisa lagu yang akan diajarkan kepada anggotanya.
Dirigen harus mampu mengenal tingkat kemampuan Paduan Suaranya.
Dirigen harus mampu memberikan tanda-tanda yang benar melalui gerakan tangannya, jika tidak, anggota tidak dapat mengerti apa yang diinginkan pemimpinnya. Misalnya gerakan memulai dan mengakhiri lagu, sering kita lihat pemimin terlalu memberikan gerakan yang berlebihan sehingga membingungkan anggotanya.
5. Dirigen harus dapat mengayunkan tangannya sesuai dengan alur lagu yang dibawakan, untuk itu dia harus mempunyai sikap yang gentle dan gerakan tangan yang tepat. Misal lagu girang harus diberi gerakan dan wajah yang riang, dan sebaliknya jika lagu yang berirama keroncong, dirigen tidak mungkin memberi gerakan yang riang tapi dia harus memberikan gerakan yang mendayu atau mengayun.
TEKNIK MEMIMPIN SECARA GLOBAL Seorang Pemimpin Paduan Suara harus mampu mengungkapkan musik dengan ekspresi yang optimal, seperti dapat terlihat dari sikap tubuh, gerakan tangan dan mimik dari pemimpin Paduan Suara saat membawakan suatu lagu/nyanyian kepada anggotanya. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Pemimpin Paduan Suara dalam memimpin adalah sebagai berikut : 1. Sikap Tubuh Dikatakan seorang Pemimpin dapat dibayangkan profil seorang pemimpin. Tidak mungkin pemimpin berbadan bungkuk (loyo), tidak berwibawa, ataupun berbicara gagap dihadapan rakyatnya. Seorang pemimpin yang disegani oleh rakyatnya, mempunyai sikap yang gentle, ramah, pintar, berpengetahuan luas, taat beribadah dsb. Begitu juga dengan pemimpin Paduan Suara harus mempunyai sikap yang gagah, berwibawa, supel, ramah, berpengetahuan luas dan juga rendah hati. Untuk itu sikap berdiri harus a. tegak, tapi tidak kaku atau tegang b. tidak terlalu banyak bergerak c. fleksible, (dari atas kepala, leher hingga pinggang dan kaki) d. tenang, e. berwibawa f. kaki sedikit terbuka (tidak rapat), kalau boleh sedikit maju ke depan. g. bahu tegak (tidak bungkuk; tetap rileks) h. mata tajam tapi lembut i. lengan terbuka (tidak tertutup/menyempit)
2. Sikap tangan dan tubuh saat memulai lagu (memberi aba-aba mau memulai maupun mengakhiri lagu) Sering kita melihat gerakan tangan seorang pemimpin Paduan Suara terlalu berlebihan dalam menggerakkan tangan dan tubuhnya. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman akan seorang dirigen yang sebenarnya. Seorang dirigen bukanlah aktor atau aktris yang harus memamerkan kehebatan kemampuannya dan juga seorang penari yang melenggang-lenggokkan tubuhnya. Seorang pemimpin Paduan Suara haruslah dapat menggerakkan tubuhnya melalui irama yang akan dibawakan namun tidak harus berlebihan, cukup dengan gerakan yang sederhana asalkan anggota dapat mengerti yang kita inginkan maka lagu itu akan terasa indah dan baik. Banyak juga pemimpin Paduan Suara menggerakkan tangan melebihi bahu terlalu tinggi padahal anggota yang dipimpinnya hanyalah sedikit bukan ribuan. Hal ini haruslah benar-benar dipelajari dengan benar oleh seorang pemimpin kapan saat dia harus mempergunakan gerakan tertentu menurut tempat dan kondisi dari anggotanya. Gerakan tangan dari seorang pemimpin Paduan Suara haruslah dapat dimengerti oleh anggotanya. Misalnya saat memulai lagu, tangan seorang konduktor tidak harus memberi ketukan sebelumnya, cukup hanya gerakan menaikkan tangan sambil ikut bernafas, kemudian ikut memberi aba-aba masuk ke lagu yang akan dibawakan, namun tidak bersuara cukup lips sing saja (aba-aba mulut) dan mengakhiri lagu dengan menahan tangan seberapa ketuk lagu (titik lagu terakhir) kemudian menutup lagu dengan cara masing-masing konduktor, bukan dengan memberikan terus ketukan hingga menutup lagu. Gerakan tangan konduktor juga harus dapat dimengerti melalui gerakan dinamika lagu. Tangan yang lebih terbuka untuk menguatkan volume lagu, begitu juga sebaliknya tangan yang sedikit menutup untuk mengecilkan volume lagu. Gerakan tangan konduktor juga harus dapat dimengerti dengan cara mengayunkan tangan yang tegas untuk lagu yang tegas, seperti lagu berirama mars, dan gerakan tangan yang lincah untuk lagu yang gembira. Begitu juga sebaliknya gerakan tangan seorang konduktor haruslah halus pada saat membawakan lagu yang sedih, atau berirama keroncong atau melayu. Seorang konduktor juga harus dapat memberikan gerakan ritme 1/16 untuk mengingatkan anggota yang kadang sering lupa, maka tugas seorang konduktor untuk mengingatkan mereka melalui gerakan-gerakan tangan. Namun jika sudah dikuasai oleh anggota, konduktor tidak perlu lagi memberikan gerakan tersebut.
PENUTUP
Jika Dirigen dapat memberikan yang terbaik dan mempunyai bekal pengetahuan kepemimpinan dalam paduan suara, pastilah peranannya sangat mendukung dan paduan suara itu pasti telah mengeluarkan suara yang indah dan dapat memberikan berkat kepada orang yang mendengar dan merasakan kasih Tuhan melalui suara yang diperdengarkan.
OKE!!
MET BERLATIH AND GOD BLESS US

Label:

1 komentar:

Comment by Pintor Sinaga on 9 November 2008 00.45

wah...

berat juga ya jadi konduk...

waktu ngonduk bahu boleh digerakkan gag??

konduk boleh gag mengubah tempo lagu tiba2 swaktu ditengah menyanyikan lagu???

Poskan Komentar